Latest Posts

Dicurigai Pembayaran Gaji TKA China Tidak di Indonesia

By 13.27.00


POSMETRO INFO - Masuknya imigran Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Cina yang dikabarkan akan mencapai hingga 10 juta orang, sudah mulai mendapat penolakan dari berbagai lapisan masyarakat.

Bahkan Yusril Ihza Mahendra yang juga akan ikut bertarung dalam pilkada Gubernur DKI Jakarta ikut mengeluarkan pernyataan terkait dengan masuknya TKA dari Cina yang banyak menjadi tenaga kerja kasar, di perusahaan milik investor cina.

Berbeda dengan Yusril, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok justru terkesan membela para TKA bahkan membantah, namun bantahan Ahok bukan secara keseluruhan di wilayah Indonesia.

Ahok hanya berkaca pada jumlah tenaga asing yang berada di Jakarta, sementara Yusril berbicara secara nasional, dimana perusahaan tersebut tersebar di daerah, seperti Kalimantan, Papua, Maluku Utara dan Sulawesi, demikian yang dikatakan Yakub A. Arupalakka, Ketua Umum Laskar Priboemi.

“Ahok jangan sombong dan bangga dengan masuknya imigran dari Cina (tiongkok) seakan-akan dia mendapatkan dukungan dari leluhurnya, lalu seenaknya mendukung,” ujar Yakub.

Menurut Yakub keberadaan para TKA ini sudah sangat mengkhawatirkan negara, secara ekonomi, karena mereka bekerja otomatis uang yang dihasilkan (gaji) tidak digunakan di Indonesia.

“Saya malah curiga, gaji mereka tidak diambil di Indonesia, tapi di ambil oleh istri atau masuk ke rekening mereka di negara mereka,” ujar Yakub.

Sementara terkait dengan kebutuhan sehari-hari, Yakub yakin jika pihak perusahaan sudah memenuhi, mulai dari makan 3 kali sehari, hingga urusan sabun untuk mandi dan cuci pakaian.

“Jika mereka bisa terlihat punya uang saya yakin jika uang itu dari bonus atau komisi saja, untuk dipakai jika keperluan mendadak, bahkan saya dengar dokter perusahaan tempat pengobatan atau puskesmas di perusahaan juga dari Cina,” ujar Yakub yang mendapat kabar dari salah satu keluarganya yang sempat bekerja di salah satu perusahaan tambang di Maluku Utara.

Yakub mengharapkan pemerintah daerah agar bisa lebih jeli untuk bisa menekan pihak perusahaan yang banyak mempekerjakan TKA agar bisa memanfaatkan tenaga dari bangsa pribumi Indonesia, termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

Yakub juga berharap jika sampai persoalan gaji jika benar dibayar di negara mereka sendiri, pihak pemerintah harus tegas untuk menuntut agar perusahaan menggunakan Bank milik pemerintah, karena hal demikian bisa ikut membantu perekonomian di Indonesia. [pembawaberita]

You Might Also Like

0 komentar